14 Mar 2026

Psikolog sebut penderita NPD jarang menyadari kondisinya, lingkungan jadi korban

Gangguan kepribadian Narcissistic Personality Disorder (NPD) seringkali tidak disadari oleh penderitanya sendiri. Sebagian pengidap NPD merasa dirinya baik-baik saja.

Ironisnya, dampak paling besar dari gangguan kepribadian ini malah lebih sering dirasakan oleh orang sekitar, bukan oleh individu yang menderitanya.

Hal itu dijelaskan oleh Dosen Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Dr. Gadis Deslinda, M.Psi.

Bagaimana penjelasan detail mengenai gangguan kepribadian narsistik ini? Mengapa orang dengan NPD jarang menyadari kondisinya?

Orang dengan NPD sering tidak sadar

Gadis menjelaskan, NPD merupakan suatu kondisi klinis yang serius dengan minimal lima gejala yang ditunjukkan secara konsisten.

Seperti, rasa ingin selalu diistimewakan, muncul rendah empati dan mudah iri, punya sikap sombong dan arogan, selalu butuh validasi, dan bersikap manipulatif.

Menurut Gadis, sebagian besar pengidap NPD itu merasa bahwa dirinya itu baik-baik saja.

Mereka tidak menyadari perilakunya sebagai sebuah gangguan kepribadian yang perlu ditangani.

"Biasanya orang-orang NPD itu nggak merasa bahwa dia punya gangguan kepribadian, karena dia merasa oke-oke saja. Mereka beranggapan bahwa 'aku nggak sakit'," sebut Gadis kepada Kompas.com, Kamis (22/1/2026).

Bagi sebagian pengidap, pengakuan tersebut sering dimaknai sebagai tanda bahwa mereka mengalami gangguan mental.

Pandangan inilah yang membuat pengidap NPD enggan menyadarinya.

"Pengakuan itu sering dipersepsikan sebagai tanda seseorang mengalami gangguan mental. Persepsi itu yang membuat orang NPD enggan menerima atau mengakui kondisinya," tambah Gadis.

Kapan orang NPD mau konsultasi ke profesional?

Pada umumnya, Gadis menambahkan bahwa sebagian orang NPD juga tidak akan mau berkonsultasi dengan profesional.

Hal ini karena mereka tidak memiliki kesadaran akan kondisi kepribadiannya.

"Kalau secara individu, dia kemungkinan tidak akan ke profesional," sebut Gadis.

Dalam sejumlah kasus, Gadis menyebutkan dorongan untuk mencari bantuan ke profesional muncul ketika pengidap NPD mengalami masalah lainnya.

"Namun, bisa jadi mau konsultasi kalau dia sudah mengalami kekecewaan yang berat," sebut Gadis.

Mereka membawa keluhan-keluhan seperti trust issue, kecemasan, hingga konflik relasi.

"Contoh satu kasus, orang-orang NPD itu akan merasa terganggu ketika sudah tidak dipedulikan atau sudah tidak diistimewakan oleh orang-orang sekitarnya," lanjut Gadis.

Orang sekitar yang menyadarkan

Kesadaran penderita NPD biasanya juga berasal dari orang-orang terdekatnya, termasuk pasangan.

Menurut Gadis, pasangan kerap menjadi orang yang melihat pola perilaku NPD yang berulang dan bermasalah.

"Kalau sudah punya pasangan, biasanya pasangan lah yang menyadarkan dia. Yang memberi pandangan, kamu itu punya karakter seperti ini (merujuk pada NPD)," sebut Gadis.

Dari sana, biasanya baru muncul ajakan untuk konsultasi ke profesional. Namun kembali lagi, menyadarkan orang NPD tak seperti membalikkan telapak tangan.

"Sangat sulit sekali menyadarkan dirinya bahwa itu NPD, karena dia tidak punya kesadaran penuh terhadap gangguan itu," ulas Gadis.

Dampak besar ke lingkungan

Dalam gangguan NPD, Gadis menyebutkan bahwa dampak terberatnya malah lebih dirasakan oleh orang-orang sekitar.

"Justru yang paling terdampak itu orang sekitar. Contoh, sistem relationship-nya jadi kacau karena pengidap cenderung ingin merasa superior," sebut Gadis.

Saat rasa iri muncul, Gadis menyebut kadang seseorang melakukan berbagai cara untuk menjatuhkannya. Hal ini memengaruhi orang lain untuk menjauh dari orang dengan NPD.

"Orang-orang yang dia irikan akan mundur. Tapi setelah itu dia akan bertanya-tanya, kenapa orang-orang di sekitarku menjadi tidak peduli sama aku," tambah Gadis.

Dari sana, Gadis menjelaskan orang dengan NPD berpotensi mengalami kekecewaan yang mendalam hingga gangguan kecemasan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar